Profil TPP P3MD Kecamatan Siding - Bengkayang
๐พ Potret Kecamatan Siding dan Dinamika Pendampingan Desa oleh TPP
“Mendampingi dari perbatasan, membangun
dari akar rumput.”
๐ธ Lanskap Kecamatan Siding
Kecamatan Siding merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Kabupaten Bengkayang, dengan luas mencapai 563,30 km², atau sekitar 10,44 persen dari total luas kabupaten. Secara geografis, wilayah ini berada pada posisi 1°33’00’’ hingga 1°30’00’’ Lintang Utara dan 109°39’00” hingga 110°10’00” Bujur Timur.
Jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten Bengkayang mencapai lebih dari 100
kilometer, dengan waktu perjalanan 4 hingga 6 jam, tergantung kondisi cuaca dan
akses jalan.
Topografi Kecamatan Siding didominasi oleh perbukitan dan
lembah curam, dengan tekstur tanah halus hingga sedang, serta sebagian besar
wilayahnya berada pada kemiringan lereng 0–14 persen. Kondisi ini membuat
sebagian besar akses jalan antar desa cukup menantang, terutama di musim hujan,
ketika jalan tanah menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
Di beberapa desa seperti Sungkung 1 hingga Sungkung 3, mobilitas masyarakat
masih sangat bergantung pada kendaraan roda dua dan jalan setapak yang menembus
hutan perbatasan.
Secara administratif, Kecamatan Siding berbatasan langsung
dengan Serawak, Malaysia di sebelah utara, Kabupaten Landak di timur, Kabupaten
Sanggau di selatan, dan Kecamatan Seluas di barat. Kondisi geografis yang
berbatasan langsung dengan negara lain membuat Siding memiliki posisi strategis
sekaligus tantangan tersendiri dalam pembangunan. Jarak antardesa yang cukup
jauh serta sebaran permukiman yang sporadis menyebabkan proses pelayanan
pemerintahan dan pendampingan pembangunan memerlukan strategi khusus dan
ketekunan lapangan.
Kecamatan Siding terdiri atas 8 desa, yakni Hli Buei,
Tangguh, Siding, Tamong, Tawang, Sungkung 1, Sungkung 2, dan Sungkung 3. Di
antara desa-desa tersebut, Desa Tawang memiliki wilayah terluas (133,51 km²
atau 23,7 persen dari total luas kecamatan), sedangkan Desa Sungkung 1
merupakan desa dengan luas terkecil (35,55 km²). Namun, Sungkung 1 justru
memiliki kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 37 jiwa per kilometer persegi,
menandakan adanya konsentrasi permukiman yang lebih padat dibanding desa
lainnya.
๐ฅ
Dinamika Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Jumlah penduduk Kecamatan Siding pada tahun 2023 mencapai
8.431 jiwa, terdiri dari 4.401 laki-laki dan 4.030 perempuan, dengan rasio
jenis kelamin sekitar 110:100.
Masyarakat Siding dikenal memegang kuat nilai-nilai adat, gotong royong, dan
kekerabatan. Aktivitas ekonomi mereka masih bertumpu pada sektor pertanian dan
perkebunan, dengan komoditas hortikultura seperti ketimun, cabai, dan sayuran
dataran tinggi sebagai hasil utama.
Produksi ketimun pada tahun 2023 tercatat 182 kuintal, menunjukkan potensi agrikultur
yang menjanjikan bila disertai dukungan infrastruktur dan akses pasar yang
memadai.
Namun, medan geografis yang berat dan jarak dari pusat
ekonomi menimbulkan kendala dalam transportasi hasil pertanian serta akses
terhadap layanan dasar. Beberapa desa masih sulit dijangkau jaringan listrik
dan sinyal telekomunikasi. Hal ini menjadi tantangan nyata bagi Tenaga
Pendamping Profesional (TPP) yang setiap hari harus turun ke lapangan untuk
memastikan program pembangunan desa tetap berjalan sesuai prinsip partisipatif
dan berkelanjutan.
Kantor Camat Siding: Pusat Koordinasi Pendampingan
Sejak tahun 2015, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Siding hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa melalui program P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa).
TPP berperan dalam memastikan setiap tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga
evaluasi pembangunan desa berjalan secara transparan, akuntabel, dan
berkeadilan.
Memasuki tahun 2025, TPP Kecamatan Siding dipimpin oleh
Yusuf, A.Md. selaku Koordinator Kecamatan (Koorcam), bersama Stepanus Misoel
Haba, A.Md. sebagai pendamping desa.
Meskipun jumlah personel masih terbatas dan terdapat kekurangan tiga orang
Pendamping Lokal Desa (PLD), semangat kerja tim tidak surut.
Mereka terus menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi di tengah medan lapangan
yang berat dan keterbatasan fasilitas.
๐ฑ
Pendampingan yang Menguatkan Akar
Pendampingan di Kecamatan Siding tidak hanya berfokus pada
pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kelembagaan desa,
peningkatan kapasitas perangkat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui
pelatihan serta fasilitasi usaha produktif.
Para pendamping sering kali harus menempuh jalan berlumpur, menyeberangi sungai
kecil, bahkan mendaki bukit untuk mencapai desa binaan. Namun, bagi mereka,
tantangan itu merupakan bagian dari pengabdian.
Pendampingan dilaksanakan berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 3
Tahun 2025 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa, serta
Permendesa PDTT Nomor 19 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Kompetensi
Pendamping Profesional.
Kedua regulasi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa pendamping
bekerja secara profesional, berkompeten, dan beretika.
Keterbatasan jumlah PLD memang berdampak pada beban kerja
yang cukup tinggi, di mana satu pendamping harus mengawal beberapa desa
sekaligus, melakukan monitoring pembangunan, mendampingi musyawarah desa, serta
menyusun laporan perkembangan pelaksanaan Dana Desa secara berkala.
Meski begitu, koordinasi yang baik antara TPP, pemerintah kecamatan, dan
perangkat desa membuat seluruh proses tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
๐ฌ
Pesan dari Koordinator Kecamatan
Koordinator Kecamatan Siding, Yusuf, A.Md., menegaskan bahwa
ukuran keberhasilan pendampingan bukan semata dari bangunan yang berdiri,
tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan mengelola hasil pembangunan.
“Pendampingan bukan hanya tentang hadir di lapangan, tetapi
tentang menumbuhkan keyakinan bahwa desa mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Kami datang bukan untuk mengatur, tapi untuk mendengar, memfasilitasi, dan
berjalan bersama masyarakat.”
— Yusuf, A.Md., Koordinator TPP Kecamatan Siding
๐
Menatap ke Depan: Dari Desa untuk Indonesia Maju
Dengan semangat tersebut, TPP Kecamatan Siding terus
berkomitmen untuk mewujudkan desa berdaya, mandiri, dan berkelanjutan, meski
dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan infrastruktur.
Mereka percaya bahwa pembangunan sejati lahir dari akar rumput — dari
masyarakat yang terlibat, belajar, dan tumbuh bersama.
Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia Maju”, para pendamping profesional di Siding akan terus melangkah, menguatkan akar-akar kemandirian, dan membangun harapan di perbatasan negeri.




Komentar
Posting Komentar